Webinar Muter Kampus Putaran 1 Ajak Sivitas Akademika SPs Unesa Tingkatkan Literasi Akademik dan Pemanfaatan Layanan Perpustakaan
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Webinar Muter Kampus Putaran 1 #008 bagi sivitas akademika SPs Unesa dengan tema penguatan literasi akademik dan pemanfaatan layanan perpustakaan. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat SPs Unesa dan kanal Zoom pada Rabu (25/2) ini diikuti oleh pimpinan SPs, koordinator program studi S2/S3, dosen homebase, mahasiswa, serta tenaga kependidikan di lingkungan SPs Unesa.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala UPT Perpustakaan
Unesa Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D bersama jajaran pustakawan dan tenaga
kependidikan perpustakaan. Webinar ini merupakan program strategis untuk
mendorong sivitas akademika, khususnya di SPs, agar lebih aktif dalam
memanfaatkan sumber daya perpustakaan guna menunjang kualitas pembelajaran dan
riset.
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam
webinar ini adalah kewajiban bagi dosen untuk memilih tiga buku rujukan pokok
per mata kuliah untuk tahun 2026. Data buku tersebut diinput melalui formulir
daring yang disediakan oleh UPT Perpustakaan Unesa. Kebijakan ini bertujuan
memastikan setiap mata kuliah memiliki fondasi keilmuan yang kuat dengan tiga
buku wajib dan dua buku pengayaan. Sumber buku dapat berasal dari koleksi yang
dilanggan Unesa maupun koleksi pribadi, selama relevan dan memiliki identitas
bibliografis yang jelas.
Tidak hanya dosen, mahasiswa juga diwajibkan
berpartisipasi dengan memilih dan mereview satu buku rujukan wajib dari mata
kuliah yang mereka tempuh. Hasil review kemudian diisi dalam formulir daring
yang sama. Target ambisius dicanangkan Unesa pada tahun 2026, yakni
mengumpulkan lebih dari 12.000 file review buku sebagai bagian dari penguatan
budaya literasi akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Salah satu dosen yang telah mengimplementasikan program
ini adalah Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., pengampu Mata Kuliah Multimedia
Pembelajaran Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Prodi S2 Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan (PTK) SPs Unesa. Ia telah menyiapkan lima buku rujukan, terdiri
dari tiga buku wajib dan dua buku pengayaan, untuk direview oleh mahasiswanya.
Buku-buku tersebut antara lain Media Pendidikan Berbasis Teknologi Digital
Terintegrasi Kurikulum Pendidikan Kejuruan (2024), Multimedia Pembelajaran
Interaktif: Konsep dan Pengembangan (2017), Media Pembelajaran Era Digital
(2023), serta dua judul lainnya tentang media pembelajaran berbasis digital.
Dalam wawancaranya, Dr. Warju yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang I SPs Unesa menyatakan bahwa kegiatan review buku ajar ini bertujuan meningkatkan budaya literasi baca dan tulis mahasiswa sekaligus memperkaya wawasan mereka selama menempuh studi. "Ini untuk memperkaya insight dan pengalaman mahasiswa dalam menempuh mata kuliah di SPs Unesa," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Suroto menyoroti masih rendahnya
tingkat kunjungan sivitas akademika ke perpustakaan, khususnya ruang baca di
lingkungan SPs. Ia berharap program Muter Kampus yang menyasar berbagai
fakultas dan SPs ini dapat meningkatkan literasi akademik dan optimalisasi
pemanfaatan layanan perpustakaan. "Kita banyak
melanggan buku dan artikel ilmiah internasional bereputasi yang biayanya mahal
per tahun. Sayangnya, pemanfaatannya menurut saya masih kurang meluas dan
optimal," jelas profesor lulusan Jepang tersebut.
Antusiasme
mahasiswa terhadap program ini terlihat dari respons positif peserta. Agung
Wahono, mahasiswa Prodi S2 PTK angkatan 2025 B kelas RPL yang juga seorang guru
SMK di Tuban, mengaku tertarik mereview buku berjudul Multimedia Pembelajaran
Interaktif: Konsep dan Pengembangan. "Saya tertarik mereview buku ajar
itu, Pak!" ujarnya penuh semangat.
Di
akhir sesi, Dr. Warju turut memaparkan pentingnya branding dan promosi melalui
website dan media sosial. Menurutnya, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan
perlu membiasakan diri membuat konten untuk meningkatkan awareness dan jumlah
pendaftar calon mahasiswa S2 dan S3 di SPs Unesa. Konten yang dapat dibuat
beragam, mulai dari straight news, opini, hingga konten media sosial seperti
reels dan stories. Ia menegaskan bahwa dalam pembuatan konten saat ini harus
dikaitkan dengan salah satu dari 17 tujuan Sustainable Development Goals
(SDGs). "Kalau bikin konten harus merujuk ke salah satu dari 17 SDGs
karena kita telah memiliki Unesa SDGs Center untuk meningkatkan kualitas
pemeringkatan internasional Unesa," tambah pria asli Magetan tersebut. (Wju)
Share It On: