Sosialisasi Zona Integritas untuk Mahasiswa S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UNESA
Keterangan foto : sosialisasi zona integritas kepada mahasiswa S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UNESA (sumber foto : pribadi)
Penulis : Rommy Mochamad Ramdhani
SPs - Upaya Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terus diperkuat, salah satunya melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) di berbagai unit kerja.
Kali ini, sosialisasi ZI secara khusus menyasar mahasiswa jenjang S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Sekolah Pascasarjana, sebagai bagian dari koordinasi revisi Lembar Kerja Evaluasi (LKE) ZI.
ZI sendiri didefinisikan sebagai instansi pemerintah yang berkomitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Pembangunan ZI merupakan langkah konkret dan awal yang penting dalam Reformasi Birokrasi (RB). RB bertujuan menata sistem penyelenggaraan pemerintahan agar menjadi lebih baik, efektif, dan efisien, guna memberikan pelayanan cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat.
Tujuan akhir dari pembangunan ZI adalah meraih predikat WBK, yang diberikan karena unit kerja berhasil melaksanakan RB dengan baik dan memenuhi sebagian besar kriteria perbaikan pada komponen pengungkit. Pencapaian ini diharapkan mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta pelayanan publik yang prima. Tingkat tertinggi adalah WBBM, yaitu predikat bagi unit kerja yang berhasil melaksanakan RB dengan sangat baik, memenuhi sebagian besar kriteria perbaikan pada komponen pengungkit.
Untuk mencapai predikat WBK/WBBM, unit kerja wajib mengisi Lembar Kerja Evaluasi (LKE) ZI dan Survei Triwulan. Proses penilaian ini melibatkan beberapa jenjang, mulai dari Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TPPTN) di tingkat universitas, Tim Penilai Satuan Kerja (TPSK) dan Tim Penilai Internal (TPI) di lingkungan Dikti/Itjen Dikti, hingga akhirnya Tim Penilai Nasional (TPN) di KemenPAN-RB.
Secara keseluruhan, strategi pembangunan ZI yang ditekankan mencakup lima poin: 1) Mindset/Culturset & Komitmen seluruh karyawan, 2) Kemudahan, Kecepatan, dan Transparansi Pelayanan, 3) Program yang Menyentuh Masyarakat (Inovasi),4) Monitoring dan Evaluasi berkelanjutan, dan 5) Manajemen Media untuk mengomunikasikan aktivitas dan inovasi kepada publik.
Keterlibatan aktif dari seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, menjadi penentu keberhasilan pembangunan ZI menuju WBK/WBBM.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani
Share It On:

