Sekolah Pascasarjana Unesa Perkuat Branding Prodi Baru Lewat Strategi Media Sosial
Surabaya, 25
Januari 2026. Media sosial kini menjadi ruang utama pertemuan kampus dan calon
mahasiswa pascasarjana. Persaingan tidak lagi berhenti pada kualitas akademik.
Kampus dituntut aktif membangun komunikasi dan citra di platform digital yang
digunakan audiens setiap hari. Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya
(SPs Unesa) merespons perubahan ini melalui penguatan program studi baru dan
strategi komunikasi digital yang terarah. Dalam beberapa tahun terakhir, Unesa
membuka sejumlah program magister dan doktor berbasis kebutuhan riil di
lapangan kerja dan dunia pendidikan.
Wakil
Direktur I SPs Unesa, Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., menegaskan bahwa pembukaan
program studi tidak dilakukan secara instan. “Semua prodi yang kami buka
didasarkan pada kajian mendalam terkait kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Beberapa program yang telah berjalan antara lain S3 Penelitian dan Evaluasi
Pendidikan, S2 Manajemen Inovasi, serta S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Pada tahun 2026, Unesa juga akan membuka S2 Manajemen Laboratorium. Program ini
menyasar kebutuhan Pranata Laboratorium Pendidikan yang selama ini belum
memiliki jalur studi lanjut yang linear. “Tahun 2026 ini kita juga akan buka S2
Manajemen Laboratorium. Prodi ini menjadi pintu solusi pengembangan karier bagi
PLP yang selama ini tidak memiliki wahana studi lanjut yang relevan,” kata
Warju.
Keunggulan
program studi tersebut diperkuat melalui pendekatan promosi yang lebih
kontekstual di media sosial. Promosi tidak lagi sekadar menyampaikan informasi
akademik. Kampus dituntut membangun kedekatan dan kepercayaan. Dosen S2 Manajemen
Inovasi SPs Unesa, Rommy Mochammad Ramdhani, menilai bahwa audiens pascasarjana
saat ini memiliki ekspektasi yang jelas terhadap konten digital. “Audiens,
terutama profesional muda, menginginkan konten yang autentik, inspiratif, dan
relevan dengan kebutuhan karier mereka,” tuturnya.
Menurut
Rommy, konten berbasis storytelling menjadi strategi yang efektif.
Testimoni mahasiswa, video pendek aktivitas perkuliahan, hingga sesi tanya
jawab interaktif mampu menciptakan relasi emosional antara institusi dan calon
mahasiswa. “Konten seperti ini membuat kampus terasa dekat dan nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data analitik. “Algoritma media
sosial memberi peluang besar bagi kampus untuk menargetkan audiens secara lebih
spesifik. Kita bisa menyesuaikan konten, menentukan waktu unggahan yang tepat,
dan mempersonalisasi pesan sesuai minat calon mahasiswa,” jelasnya.
Pendekatan
ini dinilai mampu mendorong konversi nyata. Ketertarikan tidak berhenti pada awareness,
tetapi berlanjut pada keputusan mendaftar. Penguatan branding program
studi juga menjadi perhatian pengelola. Kasubdit Pembukaan dan Penutupan
Program Studi, Dian Anita Nuswantara, menekankan pentingnya kejelasan identitas
setiap prodi. “Branding prodi perlu diperkuat agar masyarakat memahami sistem
pembelajaran dan nilai lebih yang ditawarkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa
prodi baru harus terus dievaluasi secara berkelanjutan. “Kita ingin masyarakat
tahu dengan jelas apa keunggulan unik setiap prodi dan bagaimana prospek karier
lulusannya,” kata Dian. Melalui strategi ini, Unesa berupaya menghadirkan
pascasarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga komunikatif
dan terbuka di ruang digital.
Insight,
aktivitas, dan informasi terkini tentang program studi baru Sekolah
Pascasarjana Unesa dapat Anda temukan langsung di media sosial resmi berikut:
• S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia
https://www.instagram.com/s2psdm_unesa/
• S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
https://www.instagram.com/s3_pep_unesa/
• S2 Manajemen Inovasi
https://www.instagram.com/s2.manajemen.inovasi.unesa/
Kunjungi akunnya. Amati kontennya. Tentukan langkah studi lanjut Anda dengan informasi yang utuh. (M.Ach/Byu)
Share It On:

