Sekolah Pascasarjana Dukung Penyusunan Roadmap Inovasi Daerah Kabupaten Mahakam Ulu
Sekolah Pascasarjana UNESA turut berperan dalam penyusunan Peta Jalan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Inisiatif strategis ini bertujuan memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal, terutama di wilayah yang termasuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Dalam penyusunannya, roadmap ini mengadopsi pendekatan quadruple helix, yang melibatkan empat elemen utama pembangunan: pemerintah, akademisi, sektor bisnis, dan masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat relevan untuk Mahakam Ulu, yang memiliki aksesibilitas terbatas dan infrastruktur yang masih dalam tahap pengembangan, namun menyimpan potensi besar untuk menjadi contoh pengembangan inovasi daerah berbasis kolaborasi.
Penyusunan dokumen ini akan berlangsung selama empat bulan. Pada tahap awal, akan dilakukan studi kebijakan dan koordinasi. Tahap berikutnya mencakup pemetaan aktor dan potensi lokal melalui survei dan wawancara. Selanjutnya, akan dirumuskan strategi inovasi yang dibahas dalam forum diskusi multipihak (Focus Group Discussion). Proses ini akan ditutup dengan uji publik dan finalisasi dokumen roadmap.
Tujuan utama dari penyusunan SIDA ini adalah menghadirkan sistem inovasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Roadmap dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan penting: bagaimana kondisi ekosistem inovasi saat ini, apa saja potensi serta tantangan lokal, bagaimana menyusun strategi yang tepat dan terukur, serta bagaimana mengintegrasikan hasilnya ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing aktor memiliki peran strategis: pemerintah menyusun kebijakan, akademisi melakukan riset dan pengembangan kapasitas, pelaku usaha mengembangkan potensi ekonomi desa, dan masyarakat adat menjadi penggerak utama inovasi lokal.
Dokumen akhir yang dihasilkan akan mencakup peta ekosistem inovasi, indikator keberhasilan, serta rencana aksi jangka pendek, menengah, dan panjang, lengkap dengan sistem pemantauan dan evaluasi. Lebih dari sekadar dokumen perencanaan, roadmap ini diharapkan menjadi panduan nyata dalam membangun inovasi lokal yang sesuai konteks dan dapat diukur dampaknya.
Secara akademik maupun praktis, pendekatan ini menegaskan pentingnya membangun inovasi yang berakar pada kekuatan lokal, bukan sekadar meniru dari daerah lain yang lebih maju. Oleh karena itu, roadmap SIDA juga dirancang agar dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMD, guna menjamin kesinambungan kebijakan lintas periode kepemimpinan.
Kabupaten Mahakam Ulu memiliki karakteristik unik sebagai wilayah perbatasan dengan kekayaan sosial-budaya dan sumber daya alam. Ketangguhan masyarakat adat, kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuhnya inisiatif komunitas menjadi modal penting dalam mendukung lahirnya inovasi yang relevan.
Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur, Mahakam Ulu membuktikan bahwa keterisolasian dapat melahirkan inovasi, terutama melalui pendekatan kolaboratif berbasis data dan riset lapangan. Dengan semangat tersebut, roadmap SIDA Mahakam Ulu diharapkan tidak hanya mendorong transformasi lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi di wilayah 3T lainnya di Indonesia.
Sumber: IDN Citizen
Share It On: