Prof Muchlas: Pendidikan Vokasi Tidak Hanya Menyiapkan Tenaga Teknis
Revolusi Industri 4.0 telah membawa dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan dan tenaga kerja. Kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan big data telah mengubah cara kerja di hampir semua sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan kesehatan. Tak hanya berdampak pada proses produksi dan sistem bisnis, Revolusi Industri 4.0 juga memengaruhi sektor pendidikan, khususnya pendidikan vokasi. Di sinilah peran penting pendidikan vokasi, terutama di tingkat doktoral menjadi sangat relevan. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program S-3 Pendidikan Vokasi, telah menyadari pentingnya pengembangan pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan profesional yang siap menghadapi dan mengadaptasi perubahan besar ini.
Pendidikan vokasi yang berfokus pada penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia industri, memiliki peran vital dalam menciptakan tenaga kerja terampil dan siap pakai. Dalam bukunya yang berjudul “Revolusi Pendidikan Vokasi”, Muchlas Samani (2017) menekankan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat. Di tingkat S-3, Unesa memadukan riset dengan pendidikan terapan untuk menghasilkan pemimpin dan inovator yang mampu menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.
"Pendidikan vokasi harus mengarah pada pengembangan kompetensi yang berbasis pada kebutuhan industri dan dinamika global," ucap Prof Muchlas Samani, dosen S-3 Pendidikan Vokasi Unesa. Lebih lanjut, ia mengatakan “Mahasiswa S-3 tidak hanya akan menguasai pengetahuan akademis yang mendalam, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan penelitian yang dapat berkontribusi pada pengembangan kurikulum, metode pengajaran, atau teknologi pembelajaran yang lebih efektif.”
Unesa telah merancang program S-3 Pendidikan Vokasi dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola pendidikan vokasi, tetapi juga menciptakan inovasi yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Salah satu kekuatan utama dari program ini adalah kurikulum yang menggabungkan aspek akademik dan praktis, dengan penekanan pada riset yang dapat diterapkan langsung dalam dunia industri.
Dengan demikian, pendidikan vokasi yang baik adalah pendidikan yang mampu menumbuhkan kecakapan teknis sekaligus kecakapan berpikir kritis dan kreatif untuk berinovasi. Program studi S-3 Pendidikan Vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori pendidikan, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah nyata di dunia industri dan menciptakan solusi berbasis riset.
Share It On: