Pembentukan Tim Zona Integritas Sekolah Pascasarjana UNESA sebagai Langkah Nyata Mewujudkan Tata Kelola Akuntabel
Keterangan gambar : Sekolah Pascasarjana UNESA meresmikan pembentukan Tim Zona Integritas
Penulis : Rommy Mochamad Ramdhani
SPs - Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) meresmikan pembentukan Tim Zona Integritas (ZI) guna menciptakan ekosistem kerja yang transparan serta akuntabel. Agenda krusial tersebut berlangsung pada Jumat, 2 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Pascasarjana.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi reformasi birokrasi demi meningkatkan mutu pelayanan publik di lingkungan akademis. Inisiatif tersebut selaras dengan pencapaian SDG 16 yang menekankan pada pembangunan kelembagaan efektif serta kuat.
Direktur Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd., memimpin langsung jalannya pertemuan yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan serta staf administrasi. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan besarnya dukungan terhadap upaya penguatan tata kelola organisasi yang sehat. Pihak lembaga meyakini bahwa integritas moral merupakan fondasi utama dalam menjalankan setiap fungsi layanan pendidikan tinggi.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian koordinasi secara antusias demi menyamakan persepsi mengenai standar operasional prosedur terbaru. Wakil Direktur II, Junaidi Budi Prihanto, S.KM., M.KM., Ph.D., dalam sambutannya menekankan urgensi komitmen kolektif bagi keberhasilan program ini.
Beliau menyatakan bahwa pembentukan tim merupakan titik awal untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Semangat melayani harus mendarah daging pada setiap individu agar kepuasan pengguna jasa pendidikan tetap terjaga. Visi besar tersebut memerlukan kerja keras serta kedisiplinan tinggi dari setiap elemen civitas akademika.
Wakil Direktur I, Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., turut memberikan arahan teknis mengenai penyusunan dokumen pendukung akuntabilitas kinerja. Beliau menginstruksikan agar setiap unit kerja segera melakukan pemetaan terhadap potensi penyimpangan layanan.
Pengawasan internal secara berkala akan dilakukan guna memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai regulasi pemerintah. Transparansi informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas institusi pendidikan tinggi.
Tim yang telah terbentuk mendapatkan mandat untuk segera merancang skema kerja taktis selama satu tahun ke depan. Kelompok tugas tersebut wajib fokus pada enam area perubahan utama guna mencapai standar Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sosialisasi mengenai budaya antikorupsi akan digalakkan secara masif melalui berbagai saluran komunikasi internal maupun eksternal. Evaluasi performa pegawai bakal dilakukan secara objektif berdasarkan indikator kinerja individu yang jelas serta terukur.
Digitalisasi sistem persuratan serta pelayanan mahasiswa menjadi salah satu prioritas dalam rencana aksi jangka pendek. Penggunaan teknologi informasi diharapkan mampu meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi memicu praktik gratifikasi.
Inovasi layanan berbasis aplikasi akan mempermudah aksesibilitas data bagi dosen maupun peneliti secara cepat juga akurat. Efisiensi birokrasi merupakan target nyata yang ingin dicapai melalui penguatan Zona Integritas di lingkungan kampus.
Pimpinan mendorong setiap staf untuk terus mengembangkan kompetensi diri melalui pelatihan etika profesional secara rutin. Pengetahuan mengenai hukum serta tata kelola pemerintahan yang baik menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Budaya kerja yang positif harus senantiasa dipelihara agar tercipta keharmonisan dalam mencapai tujuan organisasi bersama. Perubahan pola pikir menjadi tantangan terbesar yang wajib diatasi melalui keteladanan dari jajaran manajemen tertinggi.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam memberikan umpan balik terhadap kualitas layanan sangat dihargai oleh pengelola institusi. Kotak saran serta platform pengaduan daring disediakan sebagai sarana aspirasi publik yang transparan juga aman.
Setiap keluhan akan ditindaklanjuti secara serius guna melakukan perbaikan berkelanjutan pada sistem manajemen mutu. Keberadaan Tim ZI berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah akademik dari segala bentuk kecurangan.
Sekolah Pascasarjana berharap bahwa keberhasilan implementasi program ini dapat menjadi pionir bagi fakultas lainnya di lingkungan UNESA. Konsistensi dalam menjaga kejujuran intelektual akan memberikan dampak luas terhadap citra universitas di mata dunia.
Semangat perubahan harus tetap terjaga meski tantangan dalam mewujudkan birokrasi bersih semakin kompleks seiring waktu. Kesungguhan dalam mengabdi kepada negara menjadi motivasi utama bagi seluruh pegawai dalam menjalankan amanah publik.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani
Share It On: