Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Universitas Negeri Surabaya
Keterangan foto : Kunci utama menembus hibah penelitian DRTPM adalah memastikan kualitas ide, menyusun roadmap riset yang jelas, dan merumuskan anggaran yang logis serta eligible sesuai panduan
Sumber foto : Instagram Warju Unesa
Penulis : Rommy Mochamad Ramdhani
SPs - Sabtu, 8/11 beberapa dosen dari Sekolah Pascasarjana UNESA mengikuti coaching clinic penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini terkait musim pengajuan proposal hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) yang kembali tiba.
Bagi para dosen dan peneliti, hibah ini adalah kunci untuk meningkatkan kapasitas riset dan rekam jejak akademik. Kualitas riset harus menjadi prioritas utama, terutama dengan memilih tema-tema yang menarik dan relevan.
Segala bermula dari ide. Penting bagi peneliti untuk mencari tema yang up to date dan menarik dari berbagai aspek.
Program pendanaan penelitian DRTPM dibagi menjadi dua skema utama. Skema pertama adalah penelitian dasar, yang bertujuan membangun rekam jejak peneliti, memperkuat jejaring antar perguruan tinggi, dan menjadi fondasi bagi penelitian terapan ke depannya.
Skema dasar mencakup Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan PDP Afirmasi, Penelitian Pascasarjana (Tesis Magister, Disertasi Doktor, PMDSU) , Penelitian Fundamental , dan Penelitian Kerja Sama antar Perguruan Tinggi (PKPT).
Skema kedua adalah Penelitian Terapan, yang secara spesifik fokus pada luaran berupa Prototipe atau Model. Penelitian Dasar umumnya memiliki Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 1-3, sementara Penelitian Terapan mengincar TKT 4-6. Pemilihan skema wajib diselaraskan dengan posisi dan capaian TRL riset.
Dalam menyusun proposal, kolaborasi riset sangat disarankan. Kurangnya partner riset berpotensi menyebabkan kualitas riset kurang maksimal. Proposal yang kuat wajib menyertakan roadmap yang jelas. Ini adalah rencana panjang penelitian, disertai ultimate goal dalam 10-20 tahun ke depan.
Terakhir, selalu ingat untuk menghindari plagiasi dalam setiap proses penulisan proposal.***
Editor : Rommy Mochamad Ramdhani
Share It On: