Civitas Akademika UNESA Gelar Doa Untuk Negeri, Serukan Perdamaian dan Persatuan
SPs - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Doa Untuk Negeri pada Rabu (3/9/2025) malam. Para mahasiswa dari beragam organisasi, bersama dengan jajaran pimpinan universitas dan seluruh civitas akademika, hadir menyemarakkan acara yang diselenggarakan di halaman Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan. Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., bersama para Wakil Direktur, Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., dan Junaidi Budi Prihanto, S.KM., M.KM., Ph.D., serta para dosen juga menghadiri kegiatan Doa Untuk Negeri. Agenda Doa Untuk Negeri ini digelar sebagai bentuk kepedulian UNESA atas dinamika kebangsaan belakangan ini. Doa dipanjatkan bersama agar bangsa Indonesia kembali teduh, damai, dan terhindar dari perpecahan. Presiden BEM Unesa 2025, M. La Rayba Fie, membuka dengan lantang. Ia menegaskan bahwa jalanan semestinya menjadi ruang aspirasi, bukan ruang represi. “Aksi demonstrasi yang bertujuan menyampaikan pendapat justru berujung pada adanya. Semangat perjuangan yang luhur semestinya tak dipatahkan oleh tindakan vandalisme dan penggunaan kekerasan,” ujarnya. Menurutnya, rakyat harus ditempatkan sebagai pimpinan tertinggi bangsa. “Api kebencian tidak bisa dipadamkan dengan api amarah. Hanya dengan air kesejukan, doa, dan ikhtiar kolektif kita bisa membangun bangsa ini,” tambah Rayba. Senada dengan itu, Wakil Presiden BEM Unesa 2025, Naufal Hanif R, menyampaikan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi garda moral bangsa. “Kita adalah penyambung lidah rakyat. Perubahan tidak harus dengan membakar, merusak, atau melukai. Dari kampus inilah kita nyalakan cahaya harapan, bukan api kemarahan,” tegasnya. Naufal menambahkan, kritik kepada pemerintah harus dilakukan dengan keras, tetapi juga dibarengi kontribusi nyata. “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Merdeka!” serunya Ketika menutup.
Rektor UNESA, Prof. Dr. Nur Hasan M.Kes. atau akrab disapa Cak Hasan, turut membacakan seruan moral civitas akademika. Ada lima poin penting yang disampaikan, mulai dari menyampaikan duka cita mendalam kepada korban aksi demonstrasi, hingga mendesak aparat TNI-Polri untuk menghindari tindakan represif. UNESA juga menyerukan agar penyelenggara negara membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat dan menjaga suasana kondusif. Selain itu, masyarakat diminta menahan diri, tak terprovokasi, dan tetap menyampaikan aspirasi sesuai peraturan perundangan. “Seluruh keluarga besar UNESA wajib terus memupuk rasa persatuan dan menjunjung tinggi integritas dalam rangka memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Cak Hasan. Dengan hati yang dipenuhi optimisme dan doa untuk masa depan bangsa, kegiatan Doa Untuk Negeri akhirnya ditutup. Dari kampus, doa-doa dipanjatkan untuk Indonesia yang damai, kokoh, dan utuh di tengah dinamika sosial politik yang tengah bergulir.***
Penulis: Rommy Mochamad Ramdhani
Foto: Humas
Share It On: