Bedah Kurikulum Pendidikan Vokasi Malaysia: Sekolah Pascasarjana Unesa Gelar Kuliah Umum Bersama Pakar dari UTHM
Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (SPs Unesa) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kolaborasi global melalui penyelenggaraan Studium Generale yang bertajuk “Technical and Vocational Education Curriculum in Malaysia: Best Practice from UTHM”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program EQUITY THE Impact Ranking dalam rangka Visiting Top Professor 2025-2026, yang menghadirkan akademisi internasional untuk berbagi praktik terbaik dan perspektif global dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Topik kegiatan ini membahas desain dan implementasi kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasional (Technical and Vocational Education and Training/TVET) di Malaysia, dengan fokus pada praktik unggulan yang diterapkan di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Forum ini menjadi ruang ilmiah untuk mengeksplorasi bagaimana kurikulum TVET dirancang berbasis kompetensi, selaras dengan kebutuhan industri, serta terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu akademik.
Narasumber utama adalah Prof. Madya Ts. Dr. Alias Bin Masek dari UTHM. Beliau merupakan akademisi dan pakar di bidang pendidikan teknik dan vokasi yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan transformasi pendidikan tinggi vokasional di Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan SPs Unesa, para koordinator program studi S2 dan S3, dosen homebase, serta mahasiswa program magister dan doktor. Mahasiswa baru semester genap 2025/2026 diwajibkan mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari orientasi akademik.
Kegiatan studium generale dilaksanakan pada Selasa (3/02). Rangkaian acara berlangsung selama lima jam yang mencakup pemaparan materi dan diskusi, serta sesi tanya jawab interaktif. Kegiatan berlangsung di Gedung Terpadu Psikologi Olahraga, Lantai 7, Kampus 2 Unesa, Jl. Lidah Wetan Surabaya.
Penyelenggaraan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan mutu dan daya saing pendidikan vokasional di era transformasi industri dan disrupsi teknologi. “TVET sebagai sistem pendidikan yang menekankan keterampilan praktis dan kesiapan kerja memegang peran krusial dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis kompetensi,” ujar Prof. Alias Bin Masek dalam paparannya.
Melalui kolaborasi internasional, SPs Unesa berupaya mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum berbasis industri, meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian vokasional, memperluas jejaring akademik regional dan global. Selain itu, untuk mendukung capaian impact ranking serta reputasi institusi.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi akademik untuk membandingkan model kurikulum Indonesia dan Malaysia, serta mengevaluasi potensi adaptasi kebijakan dan strategi implementasi joint/double degree,” ujar Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T.., Wakil Direktur Bidanf I SPs Unesa.
Dalam kegiatan tersebut Prof. Alias memaparkan struktur kurikulum TVET Malaysia, mekanisme kolaborasi dengan mitra industri, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta sistem akreditasi dan penjaminan mutu di UTHM. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dosen dan mahasiswa, khususnya dalam membahas relevansi model TVET Malaysia terhadap konteks pendidikan vokasi di Indonesia. Interaksi ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan strategis untuk inovasi kurikulum dan penguatan kompetensi lulusan.
Melalui kegiatan ini, SPs Unesa menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global, sekaligus memperkuat posisi institusi dalam ekosistem akademik internasional. (MSH)
Share It On: